“ PERAN PERAWAT DALAM IBADAH ,TAYAMUM & DO’A BAGI ORANG SAKIT ”

“Amal perbuatan yang paling disukai ALLAH sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim.” (HR. Ath-Thabrani).

Peran perawat yang selama ini masyakat luas ketahui adalah sebagai pembantu dokter atau merawat orang sakit dengan memenuhi kebutuhan dasa yang harus terpenuhi. Tetapi perlu di ketahui bahwa pern seorang perawat bukan hanya itu. Perawat mempunyai tugas yang kompleks, perawat mempunyai tugas – tugas seperti :

  • Pendidik, sebagai seorang pendidik perawat harus mampu mendidik atau memberikan pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik pada pasien atau masyarakat secara luas.
  • Koordinator atau kolabolator, perawat di tuntut untuk memiliki kemampuan manajemen yang bagus dan komunikasi yang bagus sesama petugas kesehatan.
  • Advokat, di sini perawat di tuntut untuk pandai berbicara dan meyakinkan pasien atau keluarga.
  • Konsultan, perawat harus mampu memberikan solusi yang terbaik bagi klien atau keluarganya yang memiliki masalah dalam kesehatan baik itu biopsikososial atau yang lainnya.

Bukankah peran perawat sangat banyak? oleh karena itu seorang perawat di tuntut bukan hanya pintar dalam segi teori dan praktek saja, seorang perawat di haruskan banyak mempunyai keahlian.

Selain dari segi kesehatan, perawat juga harus mampu membimbing pasien untuk beribadah. seperti :

  1. Membaca doa menjenguk orang sakit :

Perawat harus mampu membimbing keluarga pasien terutama untuk diri sendiri bagaimana cara mendoakan orang yang sakit. Karena

“Jika kamu menjenguk orang sakit, mintalah kepadanya agar berdoa kepada Allah untukmu, karena doa orang yang sakit seperti doa para malaikat.” (HR. Asy-Suyuti)

أَذْهِبِ الْبَأْسَ. رَبَّ النَّاسِ. وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي. لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ. شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya : “Hilangkanlah penyakitnya, wahai Tuhan manusia! Berilah kesembuhan karena Engkaulah Penyembuh (segala penyakit).  Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”

              Keutamaan dari doa ini adalah wujud pasrah seorang hamba pada Allah yaitu dengan memuji Allah untuk menyembuhkan    penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Allah.

  1. Membimbing Pasien untuk bertayamum.

Sebagaian besar pasien, mengeluhkan tidak bisa melakukan ibadah shalat karena ia belum wudhu. Nah, tugas seorang perawat disini adalah membimbing pasien agar tetap bisa melaksanakan ibadah walaupun dalam keadaan berbaring atau duduk, dengan cara tayammum.

Tayammum di syari’atkan di dalam Al- Quran, adapun dalil dari Al – Quran adlah firman Allah :

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (QS. Al Maidah [5] : 6).

Menurut ahli bahasa, Sha’id artinya tanah yang ada di permukaan bumi. Rosulullah SAW pernah bertayamum dengan menepukkan kedua tangannya pada dinding sebagai pengambilan tanah, maka tanah yang baik untuk dijadikan alat tayamum adalah tanah yang dalam bentuk debu, misalnya dinding, kamar, kursi, bantal, dll

Adapun tatacara untuk melakukan tayammum seperti berikut :

Niat tayamum ,diiharuskan pada setiap pekerjaan ibadah sesuai dengan hadist

Sesungguhnya segala amalan adalah nia’t

  • Diawali dengan  basmalah

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.”

  • Menepuk kedua telapak tangan kepada debu, tanah atau yang lainnya,
  • Tiup telapak tangan
  • Mengusap pada wajah
  • Usap tangan sampai pergelangan tangan baik kiri atau kanan secara bergantian.
  1. Membimbing Pasien ketika waktu Sholat tiba.

Peran perawat disini adalah mengigatkan pada pasien bahwa waktu untuk melaksanakan shalat sudah tiba.

Bacalah al-Qur’an yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. dan ketahuilah mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari pada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan

(Al-ankabut:45)

  1. Membimbing cara beribadah sesaui dengan keadaan pasien

“Maka bertaqwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu” (QS 64:16)

  • Jika Pasien tidak mampu untuk berdiri, pasien bisa melakukannya sambil duduk, tetapi dengan syarat pasien sudah tidak mampu berdiri dengan menggunakan alat bantu.
  • Jika duduk pun masih tidak bisa, maka pasien bisa dengan berbaring. Verbaring dengan menghadap ke kiblat dengan miring ke kanan dengan posisi sudah menghadap ke kiblat.
  • Jika tidak sanggup salat berbaring boleh salat sambil terlentang dgn menghadapkan kedua kaki ke kiblat. Dan yang lebih utama yaitu dengan mengangkat kepala utk menghadap kiblat. Jika tidak bisa menghadapkan kedua kakinya ke kiblat dibolehkan salat menghadap ke mana saja.  Mengingat keadaan yang demikian parahnya, orang yang telentang tadi bisa menggunakan isyarat kepala (menundukkan). Kemudian isyarat tersebut dijadikan tanda sujud, ruku.
  • Jika masih tidak sanggup lagi Lakukanlah dengan memakai isyarat mata. Caranya dengan memejamkan sekejap kalau melakukan ruku dan jika sujud maka dipejamkan relatif lama.
  • jika perlu shalatlah dengan hati, dia berniat ruku’ sujud dan berdiri serta duduk.
  1. Membimbing pasien dalam membaca Al- Quran, berdoa dan berdzikir.

Di dalam keadaan apapun membaca Al – Quran di harapkan akan selalu di lakukan. Perawat mampu membimbing pasien untuk membaca Al – Quran.

Selain itu dengan membaca Al – Quran di harapkan pasien juga sering berdoa atas apa yang ia derita. Karena sesungguhnya Berdzikir adalah mengingat Allah.

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Al-mu’min:60)

 

Abu Abdillah bin Abil Ash pernah mengeluhkan penyakit yang dideritanya kepada Rasulullah saw. Beliau kemudian berkata kepada Abu Abdillah, “Letakkanlah tanganmu di tempat yang sakit, lalu bacalah basmallah (tiga kali), kemudian bacalah, ‘A’ûdzu bi izzatillâhi wa qudratihi min syarri mâ ajidu wa uhâ dzîru’(tujuh kali); Aku berlindung pada kemuliaan dan kekuasaan Allah dari bahaya yang aku rasakan dan aku khawatirkan’.” (HR Muslim)

Rasulullah saw. pernah menjenguk seorang Arab gunung (Badui). Seperti biasanya, setiap kali Rasulullah saw. menjenguk orang sakit, beliau berkata, “La ba’sa, thahûrun insya Allah; Tidak apa-apa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih dari dosa-dosa, insya Allah.” (HR Bukhari dari Ibn Abbas ra). Allohu A’lam

 

 

Jadi, peran seorang perawat memang di harapkan menguasai berbagai macam pengetahuan, bukan hanya teori dan peraktk dalam mnyembuhkan pasien secara fisik. Tai, perawat juga di tuntut dapat membimbing pasiennya dalam melaksanakan ibadah sehari – hari.

 

 

 

Sumber :

 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s